Sejarah Isuzu Panther

Viral Mampu Lewati Banjir, Ini Sejarah Isuzu Panther

Di tengah ramainya berita banjir Jakarta awal 2020 ini muncul sebuah video memperlihatkan mobil Isuzu Panther melewati banjir tanpa kendala sama sekali. Saya pribadi sempat geleng-geleng kepala saat lihat video tersebut. Takjub dengan nyali sang sopir dan kemampuan mobil itu sendiri. Hal ini membuat saya jadi penasaran mengenal lebih dekat mobil yang punya julukan Rajanya Diesel tersebut. Saya memutuskan riset kecil-kecilan kemudian menulis sejarah Isuzu Panther buat teman-teman yang juga mungkin menyimpan rasa ingin tahu.

Buat saya pribadi yang besar di era 1990-an sebenarnya sudah tak asing dengan nama Isuzu Panther. Dulu iklannya sering muncul di TV dengan pesan utama keiritan bahan bakarnya. “Jakarta-Bali cuma empat puluh empat ribu…” Begitu kalau saya gak salah bunyi dialog dalam iklan yang coba ngasih tahu Phanter cuma butuh diesel Rp44.000 untuk sampai Bali dari Jakarta.

Selain irit, Isuzu Panther juga memiliki tampang yang gagah untuk sebuah mobil MPV (Multi Purpose Vehicle). Kesan tersebut sudah dimiliki Panther sejak generasi pertamanya yang diproduksi pada tahun 1991. Mobil ini bisa dibilang lahir dan besar di Indonesia. Walau pada akhirnya ikut dipasarkan ke sejumlah negara di Asia Tenggara. Pada generasi pertamanya, Panther (TBR52, TBR54; 1991–2000) menggunakan mesin diesel C223 dengan kapasitas 2.500 cc yang punya tenaga tertinggi 60 tenaga kuda.

>>> Baca juga: Pengalaman Toyota Yaris Kebanjiran Bannya Macet

Namun ada juga Panther generasi pertama (facelift 1996) yang menggunakan mesin diesel 4JA1 dengan tenaga lebih besar, yaitu 79 hp. Mesin ini yang kemudian menjadi cikal bakal mesin Panther dengan turbo pada generasi keduanya. Untuk generasi pertamanya, mobil yang diproduksi di Pulogadung ini bukan hanya dipasarkan dalam bentuk MPV, malainkan juga sebagai mobil pickup. Bahkan versi pickup-nya lebih dulu diperkenalkan.

Generasi kedua Panther (TBR541; 2000–sekarang) muncul pada tahun 2000 lewat sebuah pameran otomotif nasional. Bentuknya mengalami beberapa adaptasi menyesuaikan dengan kemodernan jaman. Menjadi lebih aerodinamis dengan tarikan-tarikan garis body lebih halus. Hanya tipe MPV yang diperkenalkan saat itu. Fakta menariknya adalah pada generasi kedua ini produsen memberikan pilihan transmisi otomatis pada varian Panther LS beserta mesin 4JA1-L yang sudah dilengkapi dengan turbo.

Varian LS ini yang kemudian menjadi dasar lahiranya varian tertinggi, Panther Touring pada 2001. Menggunakan spesifikasi mesin serupa dengan LS, hanya saja Panther Touring dibekali eksterior lebih menarik, misalnya cat dual tone, bumber lebih gagah, dan ground clearance lebih tinggi. Varian ini kemudian disusul Panther Grand Touring pada 2003. Sejarah Isuzu Panther pun terus berlanjut dengan adanya facelift pada 2004. Waktu itu Panther mendapat revisi pada bagian lampu depan, grille depan, dan bumper-nya.

Oiya, menurut Wikipedia, Panther juga sempat diproduksi di India yang kemudian dipasarkan dengan nama Chevrolet Tavera. Lho kok? Iya, jadi sejarahnya Isuzu juga pernah menjalin kerjasama dengan General Motors dalam program yang dinamakan Project 160. Namun berbeda dengan Panther, Chevrolet Tavera menggunakan mesin bahan bakar bensin.

Leave a Reply